Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

REFORMASI INSTITUSI POLRI: MENUJU PEMOLISIAN YANG PROFESIONAL, AKUNTABEL, DAN DEMOKRATIS

  KAJIAN OLEH: Muhammad Hilmi dan Muhammad Hary Editor:  Muhammad Ibnu Sultan Ataillah Rahman PENDAHULUAN            Po lri (Kepolisian Republik Indonesia) merupakan suatu lembaga penegak hukum yang bertanggung jawab langsung di bawah presiden. Saat ini, Indonesia sedang dihebohkan dengan adanya pemberitaan mengenai pembuatan tim reformasi bagi Polri. Pengamat di bidang Kepolisian dan menjabat sebagai dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Bambang Widodo Umar menyatakan bahwa, reformasi Polri didefinisikan sebagai transformasi organisasi Kepolisian agar lebih profesional dan akuntabel dalam memberikan pelayanan, tanggapan dalam merespon ancaman, serta responsif dalam memahami kebutuhan masyarakat. Namun, banyak sekali muncul pertanyaan apakah sistem lembaga Kepolisian saat ini sudah profesional, akuntabel, transparan dan sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis atau diperlukan reformasi?         ...

KETIKA REFORMASI POLRI DIPERTANYAKAN: LEGITIMASI, PENGAWASAN, DAN MASA DEPAN DEMOKRASI

  OPINI OLEH: Anisah dan Najwa Shafaryna Editor:  Muhammad Ibnu Sultan Ataillah Rahman PENDAHULUAN          Reformasi Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan isu krusial yang kembali menjadi sorotan publik. Urgensi reformasi ini timbul dari berbagai persoalan struktural, antara lain dugaan penyalahgunaan wewenang, lemahnya mekanisme pengawasan internal maupun eksternal, serta krisis kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Berbagai peristiwa, seperti Tragedi Kanjuruhan, kasus pembunuhan Brigadir J, hingga demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025, telah meninggalkan luka sosial yang mendalam dan memperparah krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian.           Publik memberikan kritik keras terhadap cara aparat Kepolisian bertindak di lapangan, yang dinilai represif dan tidak proporsional. Rangkaian peristiwa tersebut menjadi puncak akumulasi kekecewaan publik dan secara ...