KAJIAN OLEH: Alisya Dinni Sabila, Alisa Rohima, dan Muhammad Hilmi. Editor: Erlia Yolanda Pratiwi Dinamika ketatanegaraan Indonesia kembali diuji melalui Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang menjadi sorotan publik di tengah persiapan Pemilu Serentak 2029. Dalam putusan ini, MK menyatakan bahwa penyelenggaraan pemilu nasional yakni pemilihan presiden, DPR, dan DPD tidak wajib diselenggarakan dalam satu waktu yang bersamaan dengan pemilu daerah untuk memilih kepala daerah dan DPRD. Putusan ini muncul sebagai respons atas permohonan uji materi yang diajukan oleh yayasan Perludem, yang menilai bahwa keserentakan pemilu nasional dan daerah dalam satu waktu tidak hanya menciptakan kompleksitas teknis, tetapi juga mereduksi kualitas demokrasi dan partisipasi politik warga negara. Perludem dalam permohonannya mendalilkan bahwa sejumlah ketentuan dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada bertentangan deng...
OPINI OLEH: Alisya Dinni Sabila dan Dara Shofia Editor: Muhammad Ibnu Sultan Ataillah Rahman PENDAHULUAN Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang berhasil menstabilkan politik dan ekonomi Indonesia pasca-gejolak 1965 serta mendorong pembangunan nasional lewat berbagai program penting seperti Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), pembangunan infrastruktur skala besar, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan. Era Orde Baru di bawah kepemimpinannya dikenal dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga Indonesia dijuluki “Macan Asia” yang menunjukkan keberhasilan kebijakan ekonominya dalam membawa Indonesia ke fase modernisasi dan stabilitas politik relatif terjaga. Namun disisi lain, masa kepemimpinan Soeharto juga dicatat dengan pelanggaran hak asasi manusia serius dan praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN) yang meluas dan meninggalkan luka mendalam di sebagian masyarakat...
KAJIAN OLEH: Sausan Raudatul Aisyi' dan Alisa Rohima Editor: Muhammad Ibnu Sultan Ataillah Rahman PENDAHULUAN Pemberian gelar kepada seseorang sebagai ‘Pahlawan Nasional’ merupakan sebuah penghargaan besar yang didapat oleh warga negara yang berjasa dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan negeri. Gelar ‘Pahlawan Nasional’ bukan hanya sebagai titel atas jasa yang dilakukan tetapi juga mencerminkan moral suatu bangsa yang memengaruhi memori kolektif bangsa. Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia ke-8 mendapat usulan beberapa nama warga negara yang berjasa untuk dilantik sebagai ‘Pahlawan Nasional’ dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Presiden Prabowo resmi memberi gelar ‘Pahlawan Nasional’ kepada sepuluh tokoh warga negara melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. . Daftar nama yang menerima gelar Pahlawan tersebut salah sat...
Komentar
Posting Komentar